LP2M UIN Bukittinggi dan UKM Malaysia Kolaborasi Internasional Perkuat Recovery Pascabencana di Nagari Guguak Malalo

Tanah Datar, 16 September 2026

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Internasional dengan mengangkat tema “Penguatan Recovery Pascabencana”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Nagari Guguk Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Rabu – Kamis (16-17/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menghadapi berbagai tantangan pascabencana. Kolaborasi antara UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan UKM juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pendekatan dalam membangun ketangguhan masyarakat setelah bencana.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. H. Januar, M.Pd., menyampaikan kata sambutan mewakili Ketua LP2M UIN Bukittinggi. Dalam sambutannya sebagai kapus pengabdian menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperluas perspektif dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat. “Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun solusi bersama berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan UKM diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam memperkuat recovery dan ketangguhan masyarakat pascabencana,” ujarnya.

Selanjutnya, Yunarman, yang mewakili Wali Nagari Guguk Malalo, menyampaikan sambutan dengan menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dan berharap kehadiran perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagari Guguak Malalo, khususnya dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi kondisi pascabencana.

Kegiatan ini di isi dengan penyampaian materi oleh para narasumber Dr. Yasmansyah, M.Pd., Ketua BAZNAS Kabupaten Tanah Datar, beliau menyampaikan materi yang berkaitan dengan peran pemberdayaan dan penguatan masyarakat dalam proses pemulihan. Pendekatan berbasis pemberdayaan menjadi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bangkit dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Narasumber berikutnya dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Madiya Dr. Azima Binti Abdul Manaf, memberikan perspektif mengenai penguatan recovery pascabencana dengan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pemulihan. Kehadiran narasumber dari UKM sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan internasional mengenai penanganan dan pemulihan masyarakat pascabencana.

Sementara itu, materi yang disampaikan oleh Ali Rahman, MH., Wakil Dekan II FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dalam kesempatan tersebut, Ali Rahman memperkenalkan Herdanic (Pupuk Cair Hayati Majemuk) sebagai salah satu inovasi yang dapat dikembangkan dalam mendukung pemanfaatan potensi pertanian masyarakat. Pengenalan Herdanic diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai inovasi yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang dipandu oleh Dr. H. Irwandi SS. M.Pd yag diikuti 50 peserta berasal dari masyarakat Malalo, mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, serta enam mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Kehadiran mahasiswa dari kedua perguruan tinggi dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran lintas budaya dan akademik. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami persoalan kebencanaan, proses pemulihan, serta pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang tangguh.

Melalui PkM Kolaborasi Internasional ini, LP2M UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan UKM menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi perguruan tinggi dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan satu hari, tetapi dapat menjadi awal bagi lahirnya kerja sama dan program berkelanjutan dalam mendukung recovery, pemberdayaan, serta peningkatan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana. Jnr