Agam, 5 Oktober 2026
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengadakan kegiatan Pengabdian Ekoteologi di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Senin (5/10/2026).
Kegiatan ini bertempat di Aula Nagari Pasie Laweh dengan mengangkat tema “Harmoni Iman, Alam dan Energi: Penguatan Masyarakat Tangguh Bencana Berbasis Ekoteologi.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UIN Bukittinggi untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia, lingkungan alam, dan nilai-nilai keagamaan. Pendekatan ekoteologi diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dengan sambutan Ketua LP2M UIN Bukittinggi, Dr. H. Muhiddinur Kamal, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi bencana perlu memiliki pengetahuan, kesadaran, serta kesiapsiagaan yang memadai. Karena itu, kegiatan pengabdian tidak hanya diarahkan pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu membangun lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Selanjutnya Zul Arfin, S.Sos., MM, Wali Nagari Pasie Laweh Kecamatan Palupuh. menyambut baik kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh LP2M UIN Bukittinggi dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagari Pasie Laweh.
Materi utama disampaikan oleh Dr. Abdul Azis, SP. MM, Ketua BKMT Provinsi Sumatera Barat. Dalam paparannya, mengaitkan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap alam serta pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Ekoteologi menjadi salah satu pendekatan yang dapat menjembatani pemahaman agama dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta, yang terdiri atas masyarakat setempat dan tim UIN Bukittinggi. Pelaksanaan kegiatan juga didampingi oleh Dr. H. Januar, M.Pd, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Bukittinggi, serta Ulva Rahmi, Kepala Pusat PSGA LP2M UIN Bukittinggi.
Menariknya, kegiatan tersebut turut diisi oleh tiga mahasiswa UIN Bukittinggi yang berbagi pengalaman dan menyampaikan materi mengenai produk yang dihasilkan dalam kegiatan KKN Nusantara di Banten, berupa obat antinyamuk. Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri karena menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian juga menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi, dan kreativitas mahasiswa kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, LP2M UIN Bukittinggi berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki ketangguhan menghadapi bencana. Harmoni antara iman, alam, dan energi diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari melalui kepedulian terhadap lingkungan, kesiapsiagaan bencana, serta pemanfaatan potensi lokal secara bijaksana. Jnr



