Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 190 Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif di lokasi penempatan mereka. Tahun ini, Kelompok 190 KKN UIN Bukittinggi ditempatkan di Jorong Silungkang, Nagari Tigokoto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Kelompok ini terdiri dari kolaborasi mahasiswa berbagai disiplin ilmu, di antaranya jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Pendidikan Matematika, Pendidikan Agama Islam, Perbankan Syariah, serta Teknik Informatika dan Komputer.
Selama menjalani masa KKN yang berlangsung selama 40 hari, mahasiswa memulai minggu pertama dengan melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat. Dalam proses adaptasi tersebut, mereka menemukan sebuah potensi unik berupa kerajinan anyaman piring yang diproduksi secara mandiri oleh salah seorang warga bernama Ibu Yusmarni.
Sejak tahun 2024, Ibu Eni secara konsisten memproduksi piring anyaman tangan yang memanfaatkan lidi kelapa sawit. Uniknya, keahlian ini ia pelajari secara otodidak melalui platform TikTok. Ibu Eni menangkap layar (screenshot) video tutorial di aplikasi tersebut, lalu mempelajarinya dengan tekun selama berhari-hari hingga akhirnya berhasil menguasai teknik penganyaman.
Meski demikian, proses pembuatan piring ini tidaklah mudah. Selain membutuhkan keuletan dalam mengolah lidi kelapa sawit, Ibu Eni memerlukan waktu kurang lebih 3 jam untuk menyelesaikan satu buah piring anyaman. Produk bernilai seni ini dihargai bervariasi sesuai dengan ukurannya, yakni Rp10.000 untuk ukuran kecil, Rp15.000 untuk ukuran menengah, dan Rp20.000 untuk ukuran besar.
Kendati memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah, Ibu Eni selama ini menghadapi kendala besar dalam hal akses pemasaran. Keterbatasan jangkauan wilayah membuat produknya hanya bisa terjual saat ada acara-acara besar seperti pasar UMKM, yang mana kegiatan tersebut sangat jarang diadakan di Jorong Silungkang karena keterbatasan akses penunjang. Akibatnya, banyak stok piring anyaman yang menumpuk di rumahnya.
Melihat kondisi tersebut, Ketua KKN Kelompok 190, Lailatul Zikri, memberikan tanggapannya. “Kerajinan anyaman piring dari lidi sawit ini merupakan salah satu potensi lokal masyarakat Jorong Silungkang yang patut dibanggakan. Bahan bakunya ramah lingkungan karena berasal dari alam, lalu diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual tinggi. Kerajinan ini juga menjadi bukti nyata kreativitas dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya di sekitar mereka,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret untuk mengatasi kendala pemasaran, mahasiswa KKN Kelompok 190 khususnya dari jurusan Teknik Informatika dan Komputer mengambil inisiatif untuk melakukan digitalisasi produk. Mereka membuatkan media promosi sederhana berupa penyebaran pamflet digital, pembuatan akun media sosial khusus, serta mendaftarkan titik lokasi rumah produksi Ibu Eni di Google Maps. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat luar dalam mengakses lokasi dan memesan produk, sekaligus membuka peluang agar kerajinan ini dapat bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan diekspor ke luar daerah.
Ibu Yusmarni pun menyampaikan rasa syukur dan harapan besarnya atas program pendampingan yang dilakukan oleh para mahasiswa.
“Saya berharap kerajinan anyaman piring dari lidi sawit ini dapat terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Dengan adanya promosi melalui media sosial maupun marketplace, saya berharap hasil kerajinan ini dapat menjangkau lebih banyak pembeli sehingga mampu meningkatkan pendapatan para pengrajin. Semoga generasi muda juga ikut tertarik untuk mempelajari dan melestarikan kerajinan ini agar tetap menjadi salah satu produk unggulan dari Jorong Silungkang,” ungkap Ibu Eni penuh harap.


