Wujudkan Kampus Aman Dan Nyaman, Mahasantri Ma’had Ikuti Sosialisasi Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual

Bukittinggi. Dalam upaya mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, mahasantri Ma’had Al Jamiah UIN Bukittinggi mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang diselenggarakan oleh Satgas PPKS UIN Bukittinggi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam membangun budaya akademik yang menghormati martabat manusia, menjunjung nilai kesetaraan, serta memberikan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika termasuk mahasiswa.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di Masjid Ulul Al Bab UIN Buktitinggi di ikuti diikuti 300 mahasantri dari berbagai program studi. Sosialisasi menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang yaitu Dr. Linda Yarni, M.Pd dan Arsul Harahap M.Sos pada tanggal 6 dan 9 Juni 2026.

Dalam sambutannya, pimpinan Ma’had Al Jamiah UIN Bukittinggi Dr. Fahmil Samiran M.Ag menegaskan bahwa menciptakan lingkungan kamous yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, seluruh mahasantri perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai kekerasan seksual agar mampu menjaga diri sendiri, berani mengambil tindakan yang tepat apabila menemukan atau mengalami peristiwa yang mengarah pada kekerasan seksual.

“Sebagai lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, mahasantri Ma’had harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh mahasantri. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual sejak dini,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa kekerasan seksual tidak hanya berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa pelecehan verbal, intimidasi, komentar yang bernuansa seksual, tindakan yang merendahkan martabat seseorang, hingga penyebaran informasi atau konten pribadi tanpa persetujuan.

Selain memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis kekerasan seksual, narasumber juga menjelaskan etika dalam berinteraksi di lingkungan kampus maupun asrama. Mahasantri diajak untuk membangun budaya saling menghormati dan menciptakan lingkungan yang mendukung rasa aman bagi semua pihak.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab serta foto bersama untuk komitmen zero kekerasan seksual. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pandangan mengenai berbagai situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual. Melalui diskusi tersebut, mahasantri memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.