JAKARTA — Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus memperluas jangkar akademiknya di kancah internasional. Melalui momentum Forum Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu hingga Kamis (24-25/6/2026), UIN Bukittinggi menyepakati kerja sama strategis dengan enam perguruan tinggi dari Thailand dan Malaysia, serta sejumlah universitas Islam domestik.
Langkah progresif ini dinilai sebagai bagian dari transformasi kultural dan akademik institusi menuju rekognisi global, tanpa menanggalkan akar kebudayaan lokalnya.
Delegasi UIN Bukittinggi dalam forum tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Edi Rosman, dengan didampingi Kepala Pusat Hubungan Internasional Irwandi.
Adapun enam mitra internasional baru di kawasan Asia Tenggara tersebut meliputi International Islamic College Bangkok (IICB), Ibn Auf Institute of Technology (IIT), dan Yala Rajabhat University dari Thailand. Sementara dari Malaysia, kemitraan strategis dijalinkan bersama Universiti Sultan Azlan Shah, Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR), serta Kolej Universiti Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS) Kelantan.
“UIN Bukittinggi konsisten mengambil peran aktif dan bergerak dinamis bersama universitas-universitas Islam lintas negara yang bernaung di bawah bendera AIUA,” ujar Irwandi di sela-sela forum.
Irwandi menegaskan, keterlibatan UIN Bukittinggi dalam jejaring ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial atau sekadar nota kesepahaman di atas kertas (memorandum of understanding). Sebagai anggota resmi AIUA—asosiasi yang lahir dari Deklarasi Riau pada 2015 dan kini menjelma sebagai episentrum jaringan universitas Islam di Asia Tenggara—pihaknya berkomitmen untuk selalu aktif dalam setiap agenda taktis organisasi.
Empat Program Strategis
Sinergi baru ini diproyeksikan akan langsung diturunkan ke dalam empat program kerja sama utama demi mendongkrak daya saing global.Keempat program tersebut meliputi Islamic Quality Assurance (IQA) untuk standardisasi penjaminan mutu internasional, program pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset internasional serta penerbitan jurnal bersama, hingga partisipasi aktif dalam Roundtable Conference (RTC) yang menjadi forum tahunan para rektor dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan Islam di Asia.
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani menyampaikan, lewat kerja sama multilateral ini, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di UIN Bukittinggi kini telah berada dalam peta jalan internasionalisasi yang terukur.
“Langkah ini sekaligus menjadi jembatan untuk membawa nilai-nilai Islam inklusif dari Minangkabau ke panggung global,” kata Prof.Silfia.


