Bukittinggi, Rabu 11 Februari 2026
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sjech M, Djamil Djambek Bukittinggi menjalin kerja sama dengan MAN 2 Bukittinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka penguatan program Madrasah Riset. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan budaya riset di lingkungan madrasah sekaligus meningkatkan kompetensi akademik peserta didik dan tenaga pendidik.
Penandatanganan MoU dilaksanakan pada tanggal Rabu 11 Februari 2026 di aula MAN 2 Bukittinggi yang dihadiri oleh Rektor, wakil rektor tiga, ketua LPPM dan kepala sekolah serta majlis guru -siswa MAN 2 Kota Bukittinggi. Dalam sambutannya, Ketua LP2M Dr, Muhiddinur Kamal, M.Pd menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus mendorong penguatan literasi dan tradisi ilmiah sejak jenjang pendidikan menengah.
“Madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi yang unggul, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam sains dan penelitian. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan pendampingan yang sistematis agar budaya riset tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala MAN 2 Bukittinggi Amri J, S.Ag. M.M menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan riset merupakan salah satu program prioritas madrasah dalam beberapa tahun terakhir oleh Kementrian Agama. Menurutnya, tantangan pendidikan di era global menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif dan menulis yang semuanya dapat diasah melalui kegiatan penelitian.
Selanjutnya kerja sama yang dalam MoU mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan metodologi penelitian bagi guru dan siswa, pendampingan penyusunan proposal serta laporan penelitian, hingga penyelenggaraan seminar dan publikasi ilmiah.
Dalam tahap awal, kegiatan akan difokuskan pada workshop penelitian dan teknik penulisan karya ilmiah. Workshop tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman dasar tentang perumusan masalah, penyusunan kerangka teori, metode pengumpulan data, hingga analisis dan penyajian hasil penelitian. Para guru pembimbing juga akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mendampingi siswa secara optimal.
Sejumlah siswa MAN 2 Kota Bukittinggi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku antusias dengan adanya program pendampingan riset. Mereka berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan kualitas karya ilmiah dan memperluas kesempatan mengikuti lomba penelitian di tingkat regional maupun nasional.
“Biasanya kami belajar meneliti secara mandiri dari buku atau internet. Dengan adanya kerjasama dari LP2M UIN Bukittinggi, tentu akan lebih mudah memahami langkah-langkah penelitian yang benar,” ujar salah satu siswa.
Kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem riset di madrasah, di mana kegiatan penelitian tidak hanya bersifat insidental menjelang lomba, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari. Melalui integrasi riset dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, siswa akan terbiasa mengamati fenomena, merumuskan pertanyaan, serta mencari solusi berbasis data.

