LPPM UIN Bukittinggi, Dosen dan Mahasiswa FTIK Melaksanakan Kegiatan Trauma Healing di Malalak dan Palembayan Kabupaten Agam

Bukittinggi,

Pada tanggal 15 Januari dan 22 Januari 2026 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bekerja sama dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FTIK UIN Bukittinggi melaksanakan kegiatan Trauma Healing bagi warga penyintas bencana galodo di MIS Toboh Malalak dan di SDN 05 Kayu Pasak Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddur Kamal, bersama Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Dr. Linda Yarni, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Dr. Arjoni, serta didukung oleh Tim Prodi BK FTIK, relawan dosen, dan tenaga kependidikan (tendik).

Berdasarkan keterangan dari Pemerintah Kecamatan Malalak, tercatat 17 murid menjadi korban langsung bencana galodo dan 76 murid lainnya terdampak di wilayah Toboh, Kecamatan Malalak. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak psikologis, baik trauma ringan, sedang, maupun berat, khususnya pada anak-anak dan perempuan sebagai kelompok rentan.

Menyikapi kondisi tersebut, UIN Bukittinggi menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial dengan mendelegasikan Tim LP2M, khususnya PSGA dan PKM, untuk berkolaborasi dengan Prodi BK FTIK serta pihak terkait lainnya dalam memberikan layanan psikososial kepada warga penyintas bencana.

Ketua LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddur Kamal, menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini tidak berhenti pada satu lokasi saja, tetapi akan terus berlanjut di wilayah terdampak bencana lainnya.

“Kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian UIN Bukittinggi terhadap pemulihan psikologis masyarakat dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di daerah- daerah terdampak bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kapus PSGA, Dr. Linda Yarni, menjelaskan bahwa anak-anak dan perempuan sangat membutuhkan pendampingan psikososial yang tepat agar kondisi psikologis mereka dapat pulih dan kesehatan mental tetap terjaga pascabencana.

“Trauma healing menjadi langkah penting untuk membantu warga penyintas kembali stabil secara emosional dan mental,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapus PKM, Dr. Arjoni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi.

“Diperlukan tindakan nyata sebagai bentuk kepedulian sosial melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk merehabilitasi kondisi mental warga penyintas bencana,” terangnya.

Pelaksanaan Trauma Healing UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi di MIS Toboh Malalak diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain bimbingan klasikal melalui teknik ice breaking, bimbingan kelompok dengan pendekatan art therapy dan play therapy yang dikoordinir oleh relawan dosen BK dan mahasiswa BK. Sedangkan pelaksanaan di SDN O5 Kayu Pasak Palembayan di isi juga penguatan spiritual oleh Kapus IO Dr. Irwandi SS.M.Pd dengan materi sikap menghadapi bencana. Selain itu, tim juga menyalurkan donasi dari Social Trus Funds (STR) UIN Jakarta berupa paket buku dan perlengkapan alat tulis sekolah bagi anak-anak penyintas bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga penyintas bencana galodo dan banjir, khususnya murid sekolah di Malalak dan Palembayan, dapat pulih secara psikologis, bangkit kembali, serta mampu beradaptasi dengan kondisi pascabencana menuju mental yang lebih sehat dan optimal.