Delegasi KKN Nusantara 2026 UIN Bukittinggi Dilepas, Siap Belajar dari Kearifan Lokal Masyarakat Baduy

Bukittinggi – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi secara resmi melepas tiga mahasiswa delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Tahun 2026 pada Selasa (14/7/2026) pukul 14.00 WIB di Aula Rektorat Lantai III UIN SMDD Bukittinggi.

Kegiatan pelepasan dihadiri oleh Ketua LPPM UIN SMDD Bukittinggi, Dr. Muhiddur Kamal, M.Pd., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sekaligus Ketua Badan Pelaksana (BP) KKN 2026, Dr. Arjoni, M.Pd., Tim BP KKN 2026, serta mahasiswa peserta KKN Nusantara.

Tiga mahasiswa yang terpilih sebagai delegasi merupakan hasil seleksi terbuka yang dilaksanakan pada awal Juni 2026. Mereka berasal dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan Program Studi Bimbingan dan Konseling. Ketiganya akan mewakili UIN SMDD Bukittinggi dalam pelaksanaan KKN Nusantara di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dalam arahannya, Ketua LPPM UIN SMDD Bukittinggi, Dr. Muhiddur Kamal, M.Pd, menyampaikan bahwa Program KKN Nusantara merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Subdirektorat Pengabdian kepada Masyarakat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Subdit PKm PENDIS) Kementerian Agama Republik Indonesia. Program tersebut menjadi wujud kolaborasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri maupun Swasta se-Indonesia dalam melaksanakan pengabdian masyarakat secara nasional.

Menurutnya, fokus KKN Nusantara tahun ini diarahkan pada penguatan ekoteologi, moderasi beragama, dan pengentasan kemiskinan sebagaimana amanat pemerintah.

“Selamat kepada mahasiswa yang telah lulus seleksi dan dipercaya menjadi delegasi UIN Bukittinggi pada KKN Nusantara 2026. Jadikan kesempatan ini sebagai ajang belajar, mengabdi, sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para delegasi mampu beradaptasi dengan keberagaman budaya, bahasa, dan kebiasaan peserta dari berbagai daerah, sekaligus membangun interaksi sosial yang positif dengan masyarakat lokasi KKN, khususnya masyarakat adat Baduy yang dikenal memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Pusat PKM sekaligus Ketua BP KKN 2026, Dr. Arjoni, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN UIN SMDD Bukittinggi tahun 2026 tidak hanya dilaksanakan pada tingkat reguler di daerah, tetapi juga pada tingkat nasional dan internasional.

Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan UIN SMDD Bukittinggi dalam KKN Nusantara VI merupakan bentuk respons positif terhadap program kolaboratif yang diselenggarakan oleh Subdit PKM PENDIS Kementerian Agama RI bersama perguruan tinggi keagamaan se-Indonesia, dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai perguruan tinggi penyelenggara.

“Dari kuota yang diberikan panitia, UIN SMDD Bukittinggi memperoleh tiga orang peserta. Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan melalui fakultas-fakultas dengan mempertimbangkan kompetensi keislaman, prestasi akademik, prestasi nonakademik, serta literasi multikultural,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa para delegasi akan ditempatkan di Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang merupakan kawasan dengan kearifan lokal masyarakat adat Baduy.

Menurutnya, pengalaman hidup bersama masyarakat Baduy diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya menjaga kelestarian alam, membangun toleransi, memperkuat moderasi beragama, serta mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Belajarlah dari kearifan lokal masyarakat Baduy yang mampu menjaga kelestarian lingkungan secara turun-temurun. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian terhadap alam, toleransi, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagaimana pepatah Minangkabau, dima bumi dipijak, disinan langik dijunjuang dan alam takambang jadi guru,” pesannya.

KKN Nusantara VI Tahun 2026 mengangkat tema yang sejalan dengan tema KKN UIN SMDD Bukittinggi, yaitu “Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi: Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam.” Tema tersebut menekankan pentingnya pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis.