Bukittinggi, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar kegiatan Penguatan Kesetaraan Gender dan Pencegahan Kekerasan Seksual dengan tema “Mewujudkan Kampus Aman Tanpa Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi” dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Gedung Student Center, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru UIN Bukittinggi.
Kegiatan ini menghadirkan langsung Kepala PSGA sekaligus Ketua Satgas PPKS LPPM UIN Bukittinggi, Dr. Linda Yarni, S.Ag., M.Si, sebagai narasumber langsung yang memberikan edukasi kepada mahasiswa baru dalam PBAK 2026. Dalam pemaparannya, Dr. Linda menekankan pentingnya pemahaman kesetaraan gender di lingkungan kampus sebagai fondasi terciptanya budaya akademik yang sehat dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
Mahasiswa baru perlu pemahaman yang iknlusif tentang kesetaraan gender agar tidak terjadi diskriminasi di perguruan tinggi sebagai tempat menimba ilmu. Selain itu, satgas PPKS ingin memastikan bahwa seluruh civitas akademika mengetahui langkah-langkah pencegahan serta mekanisme pelaporan apabila terjadi kekerasan seksual.
Keberadaan satgas PPKS di perguruan tinggi merujuk kepada aturan Kementerian Agama terkait pembentukan di berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di seluruh Indoensia. Tujuannya adalah memperkuat kesadaran dan pengetahuan mahasiswa baru terkait isu-isu gender dan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Diharapkan, dengan adanya penguatan ini, mahasiswa baru tidak hanya memahami hak dan kewajibannya secara setara, namun juga berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan seksual, melalui jalur resmi Satgas PPKS yang telah dibentuk kampus.
Melalui kegiatan ini, PSGA UIN Bukittinggi bersama Satgas PPKS berharap dapat memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, setara, ramah, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan. Serta di akhir acara adanya diskusi dengan mahasiswa baru serta menambahkan terkait dengan perkembangan teknologi dan informasi penggunaan media sosial.


